FORTO FOLIO 1.4.a.10.1. AKSI NYATA - BUDAYA POSITIF

1.4.a.10.1. AKSI NYATA  - BUDAYA POSITIF

Oleh : Putri Nurlina,S.Pd

CGP Angkatan 4

SD Negeri 7 Syamtalira Aron

Kabupaten Aceh Utara

 

 

A.    Latar Belakang

 

Budaya Positif di sekolah sangatlah penting untuk mengembangkan peserta didik yang memiliki karakter kuat. Kesadaran akan penerapan disiplin disekolah masih berdasarkan motivasi ekstrinsik, dimana pembiasaan positif yang diterapkan bukan disiplin positif, Komunikasi yang dibangun masih satu arah, peran atau kontrol guru belum sampai pada tahap manajer melainkan sebagai hakim bagi murid. Bagaimana mendisiplinkan peserta didik bermula dari kesadaran, dan menumbuhkan motivasi intrinsik. Bagiamana disiplin dan budaya poisitif yang sudah ada dan menonjol dapat tumbuh dan berkembang menjadi karakter semua warga sekolah. Bagaimana Budaya positif di sekolah yang harus dikembangkan guru untuk mewujudkan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Serta bagaimana efektifitas komunikasi dua arah yang diciptakan dapat membantu menumbuhkan kesadaran murid agar menjadi pribadi yang berbudaya disiplin positif. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang selama ini dijalankan di sekolah. Sebagai pendidik, tujuan kita adalah menciptakan murid-murid yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi internal.

 

B.    Deskripsi Aksi Nyata

1. Tujuan.

Adapun yang menjadi tujuan dalam Tindakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut:

(a)   Terwujudnya visi sekolah melalui penerapan budaya positif.

(b)  Terbentuknya karakter disiplin yang kuat.

(c)   Menumbuhkan dan menguatkan karakter positif melalui pembiasaan-pembiasaan positif.

(d)  Menumbuhkembangkan karakter profil pelajar pancasila yaitu pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pamcasila.

(e)   Menguatkan peran sebagai calon guru penggerak melalui penerapan restitusi dalam menanamkan disiplin positif pada murid.

 

2. Tolak Ukur.

Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini sudah dilakukan dan untuk mengontrol kegiatan agar tetap tearah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut :

(a)   Terbentuknya keyakinan kelas sebagai landasan dalam memecahkan permasalahan yang ada dikelas. Keyakinan kelas ini dibentuk dan disepakati oleh murid bersama wali kelas.

(b)  Konsistensi murid  dan wali kelas dalam menjalankan keyakinan kelas.

(c)   Murid sudah menunjukkan karakter positif seperti religius, peduli, disiplin, toleransi, gotong royong dan bertanggungjawab di kelas dan sekolah.

(d)  Membudayanya 5S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)

(e)   Dokumentasi kegiatan pembentukan keyakinan kelas bersama murid, proses kegiatan restitusi, kegiatan kolaborasi dan rekan sejawat, serta hasil pengumpulan tugas.

 

3. Linimasa Tindakan yang akan dilakukan

Adapun rincian dari tindakan nyata yang akan dilakukan adalah :

Kegiatan Minggu ke 1 :

1.     Membuat perencanaan aksi nyata dan mengkomunikasikannya kepada kepala sekolah.

2.     Mengimbaskan materi budaya positif dan mengkomunikasikan tindakan aksi nyata kepada rekan sejawat.

3.     Melakukan Kegiatan Pembentukan Keyakinan Kelas

4.     Mendokumentasikan Setiap Kegiatan

 

Kegiatan Minggu ke 2 :

1.     Melakukan kolaborasi dan sharing dengan  rekan  sejawat berkaitan strategi membangun budaya positif di kelas.

2.     Mengkomunikasikan dan berkolaborasi dengan orang tua berkaitan penerapan disiplin positif di sekolah.

3.     Mendokumentasikan Setiap Kegiatan

 

Kegiatan Minggu ke 3 :

1.     Melakukan Layanan Restitusi.

 

Kegiatan Minggu ke 4 :

1.     Mengevaluasi dan refleksi kegiatan tindakan aksi nyata dalam rangka membudayakan kebiasaan positif di sekolah.

2.     Melaporkan hasil kegiatan tindakan aksi nyata kepada kepala sekolah dalam bentuk artikel.

3.     Penerapan Disiplin Positif.

 

 

4.  Dukungan yang dibutuhkan.

1.     Kepala Sekolah dan rekan sejawat.

2.     Orang tua dan komite sekolah.

3.     Murid.

4.     Sarana dan prasarana sekolah yang memadai.

5.     Media yang diperlukan

 

C.     Hasil Aksi Nyata

Penerapan budaya positif dapat dirasakan Semua pemangku kepentingan di sekolah, kepala sekolah, guru, murid, orangtua, komite dan semua tenaga kependidikan, serta semua warga di lingkungan sekitar sekolah. Tantangan dalam menerapkan budaya positif di SD Negeri 7 Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara merupakan tahapan awal untuk membentuk pembiasaan positif dikelas dan sekolah sejak dini dan bahkan pengaruh sosial lingkungan masyarakat disekitarnya. Karena pada jenjang SD murid datang dari lingkungan sekitar sekolah.

D.  Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan

Proses kegiatan aksi nyata ini sudah terlaksana sesuai dengan rancangan yang telah di atur. Jika budaya positif dirumah dan sekolah terlaksana dengan baik,maka akan tercipta kerakter yang baik  dengan kebiasaan komunikasi dua arah antar semua pemangku kepentingan  sehingga rencana tindakan aksi nyata  sesuai  dengan  fakta yg dihadapi.

           E.  Rencana Perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Rancangan aksi nyata ini akan diteruskan untuk menyambut tahun ajaran baru, kolaborasi membuat kesepakatan kelas yang berpusat pada murid dengan beberapa konten atau isi berisi aspirasi murid. Tahapan refleksi akhir semester akan dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya. Dengan mengagendakan kegiatan sharing dan kolaborasi Bersama teman guru.

Mengagendakan untuk mensosialisasikan budaya positif kepada semua pemangku kepentingan. Mengimbaskan disiplin positif pada murid, dan membiasakan selalu komunikasi dua arah dengan murid. Pembiasaan meminta aspirasi dari murid. Dan membiasakan memberi apresiasi terhadap kemajuan dan perkembangan murid atas pencapaiannya membudayakan budaya positif.

Perubahan yang akan dilakukan, mulai dari diri sendiri membudayakan 5 S, dan menerapkan kedisiplinan dengan cara berkomunikasi dengan murid secara dua arah. Menerima dan memberikan aspirasi murid merdeka dalam menentukan daftar kesepakatan belajar bersama. Dengan kontrol guru, semua menyepakati poin-poin kesepakatan. Melakukan refleksi bersama atas kesepakatan yang diberlakukan.

F.     Dokomentasi 

DOKUMENTASI TINDAKAN AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

1.     Komunikasi perencanaan tindakan aksi nyata dengan kepala sekolah.                                                                                                                                                       



 

                                 
     

 

 

 

 

 

 

                                                                                                         

2.     Komunikasi dengan rekan sejawat tentang tindakan aksi nyata

 


 

 

 

 

 

 

 

3.     Pembentukan Keyakinan Kelas.

                                                   


 

 




 

 

 

 



4.     Kolaborasi dan sharing dengan rekan  sejawat berkaitan strategi membangun budaya positif di kelas.

 


 

 

 

 


 


 

 

 




5.     Melakukan Layanan Restitusi.

Minggu Kedua

 

 


 

 

 

 

 

 


 

 

 





Minggu Ketiga

 


 

 

 

 

 

 

 

 






 

6.     Penerapan Disiplin Positif.

a.     Menjaga Kebersihan.

b.     Budaya Membaca

 


                                                                                         

 

 

 

 

 



 

 

 

 



c.     Gotong Royong

d.     Komitmen untuk tidak terlambat dan Memakai masker.

7.     Evaluasi dan refleksi kegiatan tindakan aksi nyata dalam rangka membudayakan kebiasaan budaya positif di sekolah.

8.     Melaporkan hasil kegiatan tindakan aksi nyata kepada kepala sekolah.

            Kegiatan dapat dilihat pada link


https://drive.google.com/file/d/134bSQzfVC_Y38HIoIJAAOA90JRJLpwuw/view?usp=sharing




Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.1.a.9. Blog Rangkuman Koneksi Antar materi : Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran